KALIBRASI ALAT SEMPROT PESTISIDA PDF

Microu Ulva 3. Pembahasan Setelah melakukan pengamatan pada peralatan pengendalian pestisida maka akan ada penjelasan bagaimana mekanisme kerja, kegunaan, kelebihan dan kekurangan pada setiap alat. Semi automatic sprayer Prinsip kerja alat ini adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Dengan bentuk dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan merata ke seluruh permukaan daun atau tajuk tanaman. Untuk memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan hydraulic atomization , yakni tekanan dalam tabung khusus dipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut bersama dengan cairan. Cairan dengan tekanan tinggi dan mengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akan pecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.

Author:Arashijind Zulushakar
Country:Iraq
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):23 March 2011
Pages:347
PDF File Size:3.78 Mb
ePub File Size:18.66 Mb
ISBN:875-6-99628-419-9
Downloads:81587
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Faesho



Microu Ulva 3. Pembahasan Setelah melakukan pengamatan pada peralatan pengendalian pestisida maka akan ada penjelasan bagaimana mekanisme kerja, kegunaan, kelebihan dan kekurangan pada setiap alat. Semi automatic sprayer Prinsip kerja alat ini adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut.

Dengan bentuk dan ukuran yang halus ini maka pemakaian pestisida akan efektif dan merata ke seluruh permukaan daun atau tajuk tanaman.

Untuk memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan hydraulic atomization , yakni tekanan dalam tabung khusus dipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut bersama dengan cairan. Cairan dengan tekanan tinggi dan mengalir melalui celah yang sempit dari alat pengabut, sehingga cairan akan pecah menjadi partikel-partikel yang sangat halus.

Dari hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis sprayer yang banyak digunakan petani di lapangan adalah jenis ini, namun hasilnya kurang efektif, tidak efisien dan mudah rusak. Hasil studi yang dilakukan oleh Departemen Pertanian pada tahun di beberapa tempat di Indonesia menunjukkan bahwa sprayer tipe gendong sering mengalami kerusakan.

Komponen-komponen sprayer yang sering mengalami kerusakan tersebut antara lain : tabung pompa bocor, batang torak mudah patah, katup bocor, paking karet sering sobek, ulir aus, selang penyalur pecah, nozzle dan kran sprayer mudah rusak, tali gendong putus, sambungan las korosi, dsb.

Di samping masalah pada perangkat alatnya, masalah lain adalah kebanyakan pest yang direkomendasikan dan ini salah satunya disebabkan oleh disain sprayer yang kurang menunjang aplikasi. Bagian-bagian alat semprot semi otomatis antara lain tuas penyemprot, noozle, batang semprot, mult tangki, memiliki satu tabung untuk menampung cairan pestisida sekaligus menampung tekanan udara serta tali untuk menggendong alat. Kapasitas atau daya tampung alat 17 liter dan terbuat dari logam besi.

Automatic Sprayer prinsip kerja alat penyemprot ini adalah memecah cairan menjadi butiran partikel halus yang menyerupai kabut. Untuk memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan partikel dengan menggunakan tekanan hydraulic atomization , yakni cairan di dalam tangki dipompa sehingga mempunyai tekanan yang tinggi, dan akhirnya mengalir melalui selang karet menuju ke alat pengabut. Setelah diisi cairan, tangki dipompa kurang lebih sebanyak 50 — 80 kali pemompaan.

Untuk mengetahui intensitas tekanan udara di dalam tangki dapat diamati melalui manometer. Beberapa persyaratan lainnya adalah bahan konstruksi terbuat dari plat tahan karat, bagian konstruksi pompa mudah dilepas untuk dibersihkan, selang terbuat dari karet atau plastik, nosel dapat dilepas dan dapat diganti baik tipe maupun ukuran lubangnya. Perbedaan antara sprayer otomatis dan sprayer semi otomatis adalah pada komponen dalam kedua alat tersebut.

Pada alat sprayer otomatis tidak ada tabung khusus yang digunakan sebagai tempat cadangan tekanan karena seluruh tekanan memenuhi tangki sprayer. Oleh karena itu tangki sprayer otomatis harus terbuat dari bahan yang kuat dengan tekanan.

Dengan perbedaan tersebut maka cara aplikasinya pun sedikit berbeda. Jika sprayer otomatis harus dipompa hingga penuh sebelum aplikasi, sprayer semi otomatis harus dipompa selama aplikasi hingga volume pestisida habis. Oleh karena itulah ada perbedaan ukuran droplet pada keduanya. Ukuran droplet sprayer otomatis lebih kecil dari sprayer semi otomatis akibat adanya perbedaan tekanan yang diberikan. Ada beberapa keuntungan dan kerugian dengan penggunaan tekanan atau energi hidrolik antara lain keuntunganya seperti Komponen yang digunakan relatif sederhana untuk dioperasikan.

Peralatan fleksibel dan dengan perubahan sedikit dapat digunakan untuk sasaran yang berbeda. Untuk kerugiannya seperti Droplet dihasilkan dalam kisaran diameter yang luas mengakibatkan banyak pestisida yang terbuang droplet dengan optimum diameter tidak mengenai sasaran.

Penggunaan yang bervariasi dan komponen dapat mengakibatkan variasi penutupan. Penggunaan komponen khususnya noozle yang mengharuskan seringnya penggantian alat yang bersangkutan. Mist Duster Alat ini digunakan untuk aplikasi pestisida padat atau serbuk. Penggunaan sprayer didasarkan pada tujuan. Kemudian dalam pengaplikasian pestisida, diperlukan pengetahuan yang baik agar penggunaan pestisida tidak menyebabkan kerugian atau dalam kata lain boros.

Pengetahuan ini lebih tergantung kepada jenis pestisida dan dosis yang digunakan. Dalam hal ini, dosis yang digunakan baiknya tepat atau mendekati tepat dalam pengaplikasiannya. Dengan demikian efek atau keampuhan pestisida yang digunakan dapat dibuat seoptimal mungkin.

UNDICI MINUTI PAULO COELHO PDF

Cara Mengkalibrasi Alat Semprot (Sprayer)

BAB 1. Salah satu penyebab efektifitas adalah alat yang digunakan dalam aplikasinya. Pengetahuan mengenai alat semprot sangatlah penting bagi seoarang yang akan melakukan pengendalian terhadapat gangguan OPT. Pestisida pada umumnya bersifat racun yang dapat membunuh organisme non sasaran yang berguna bagi pengendalian hama dan penyakit secara alami. Tidak hanya hama dan penyakit non sasaran yang dapat berdampak negatif tetapi juga nyawa pengguna juga bisa terancam bila penggunaannya tidak sesuai prosedur.

GOTTMANN MEGALOPOLIS PDF

ALAT PENYEMPROT PESTISIDA

Menentukan takaran aplikasi dengan tepat, Mencegah pemborosan, dan Mengadakan penyeragaman perhitungan aplikasi. Dalam kebanyakan kasus, kalibrasi adalah menentukan volume semprot. Sesudah volume semprot diketahui, Anda dapat memperhitungkan konsentrasi bila dosis diketahui dan dosis bila konsentrasi ditentukan penggunaan yang sesuai. Sebagai contoh, jika kita hendak menyemprot herbisida pra-tumbuh pada 1 hektar lahan dengan dosis aplikasi 1,5 liter per hektar dan alat yang kita gunakan adalah alat semprot pertanian punggung knapsack sprayer , berapa mililiter herbisida yang harus digunakan per tangki? Salah satu caranya adalah dengan mencoba-coba.

FSP 117-1 PDF

Terlepas dari cara dan alat yang digunakan untuk mengaplikasikan pestisida, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi efikasi pestisida atau keberhasilan pengendalian OPT secara kimiawi, salah satu diantaranya adalah takaran aplikasi pestisida yang digunakan, selain ketepatan waktu dan cara atau metode aplikasi. Takaran aplikasi pestisida, biasanya dinyatakan dalam dosis aplikasi dan konsentrasi aplikasi. Sementara pada aplikasi penyemprotan, kita lebih sering menggunakan takaran lain, yaitu konsentrasi. Jika konsentrasi aplikasi digunakan, kita harus selalu mempertimbangkan volume semprot, yaitu banyaknya larutan pestisida yang digunakan untuk menyemprot setiap satuan luas lahan, agar terdapat imbangan yang baik antara dosis dan konsentrasinya.

Related Articles